Lastworkingday – Industri perfilman Indonesia kembali diguncang dengan kehadiran sebuah karya laga kriminal yang intens dan emosional berjudul “Jangan Seperti Bapak”. Film ini bukan sekadar tontonan aksi biasa yang mengandalkan koreografi pertarungan, melainkan sebuah eksplorasi mendalam tentang trauma, pengkhianatan, dan sisi gelap manusia yang terjebak dalam lingkaran setan kekerasan antar-geng.
Dengan jajaran aktor kelas atas seperti Verdi Solaiman, Zack Lee, Aulia Sarah, hingga Donny Damara, film ini menjanjikan ketegangan yang konsisten dari awal hingga akhir. Fokus cerita berada pada pundak Zee Asadel yang memerankan tokoh Angel, seorang gadis muda yang dunianya hancur dalam semalam dan terpaksa harus menggenggam senjata demi menuntut keadilan bagi ayahnya.
Sinopsis Film Jangan Seperti Bapak, Tragedi di Hari Ulang Tahun yang Mengubah Segalanya

Bayangkan sebuah perayaan ulang tahun ke-20 yang seharusnya penuh dengan tawa dan harapan, berubah menjadi genangan darah yang mencekam. Itulah yang dialami oleh Angel (Zee Asadel). Di saat ia bersiap merayakan pencapaian kedewasaannya, ia justru harus menyaksikan Pablo (Verdi Solaiman), ayahnya yang sangat ia cintai, dibantai secara sadis oleh sosok misterius di kediaman mereka.
Kematian Pablo bukan hanya meninggalkan luka batin yang dalam, tetapi juga membuka kotak pandora yang selama ini tertutup rapat. Pablo, yang di mata Angel adalah sosok ayah penyayang, ternyata memiliki keterikatan kuat dengan dunia bawah tanah. Kehancuran hidup Angel membawanya pada satu tujuan tunggal: balas dendam. Tanpa ia sadari, langkah pertamanya menuju pembalasan adalah tiket masuk menuju labirin kegelapan yang tak ada jalan keluarnya.
Teror Kelompok Red Dragon: Pelindung atau Pemangsa?
Dalam kesendirian dan amarahnya, Angel berpaling kepada orang-orang yang selama ini ia anggap sebagai keluarga jauh. Mereka adalah kelompok Red Dragon, sebuah sindikat kuat yang dipimpin oleh sosok karismatik namun dingin, Vincent (Zack Lee). Di dalam kelompok ini, Angel dikelilingi oleh tokoh-toko tangguh seperti Sisca (Aulia Sarah), Chandra (Irwan Chandra), dan Hans (Hendric Shinigami).
Bagi Angel, mereka adalah paman dan tante yang siap melindunginya. Namun, di dunia gangster, loyalitas seringkali hanyalah mata uang yang bisa diperjualbelikan. Red Dragon menawarkan bantuan kepada Angel untuk melacak pembunuh ayahnya, tetapi bantuan tersebut datang dengan harga yang mahal. Angel perlahan dilatih dan dilibatkan dalam operasi-operasi gelap, mengubah gadis lugu ini menjadi bagian dari mesin perang Red Dragon yang mematikan. Penonton akan diajak melihat bagaimana “teror” Red Dragon sebenarnya bukan hanya ditujukan kepada musuh mereka, tetapi juga merupakan bentuk doktrinasi yang pelan-pelan merusak moralitas Angel.
Konflik Berdarah, Red Dragon vs South Wild

Dunia gelap yang dimasuki Angel ternyata jauh lebih rumit dari sekadar aksi pengejaran pembunuh tunggal. Ia terjebak di tengah perseteruan abadi antara dua faksi besar yang menguasai kota: Red Dragon dan South Wild. South Wild dipimpin oleh Bara (Donny Damara), seorang gembong tua yang tenang namun sangat berbahaya.
Konflik antara kedua kelompok ini penuh dengan intrik politik jalanan dan perebutan wilayah kekuasaan. Bara didampingi oleh orang kepercayaannya, Martin (Marsyel Ririhena), yang dikenal licin dan tak kenal ampun. Perseteruan ini semakin menyiksa batin Angel ketika ia mengetahui bahwa Boy (Damara Finch), mantan kekasih yang pernah mengisi hatinya, ternyata merupakan bagian dari kelompok musuh tersebut. Pertemuan kembali Angel dan Boy di medan perang menciptakan tensi emosional yang kuat, di mana cinta masa lalu harus berbenturan dengan kenyataan bahwa mereka kini berada di sisi yang berseberangan dalam sebuah perang takhta yang berdarah.
Rahasia Kelam Pablo: Mengapa “Jangan Seperti Bapak”?
Judul film ini, “Jangan Seperti Bapak“, menjadi kunci utama dari seluruh misteri yang ada. Seiring dengan Angel yang semakin dalam masuk ke dunia kriminal, ia mulai menemukan kepingan-kepingan rahasia tentang masa lalu ayahnya, Pablo. Ternyata, Pablo bukanlah korban yang sepenuhnya tidak bersalah.
Terdapat rahasia kelam yang menunjukkan bahwa keterlibatan Pablo di masa lalu dengan Red Dragon dan South Wild adalah alasan utama mengapa ia harus dieksekusi secara sadis. Rahasia ini menyangkut pengkhianatan besar yang terjadi berpuluh tahun lalu, sebuah dosa warisan yang kini harus ditanggung oleh Angel. Angel dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa sosok yang ia bela mati-matian mungkin adalah orang yang justru memulai semua kekacauan ini. Dilema moral pun muncul: apakah ia harus terus membalas dendam untuk orang yang ternyata adalah seorang pendosa, atau menghentikan siklus kekerasan tersebut agar ia tidak berakhir “seperti bapaknya”?
Akting Memukau dan Visual yang Mencekam
Secara teknis, film ini menawarkan kualitas produksi yang sangat tinggi untuk genre action-noir Indonesia di tahun 2026. Penampilan Zee Asadel patut diacungi jempol karena ia mampu bertransformasi dari gadis yang rapuh menjadi sosok yang haus darah dengan sangat meyakinkan. Kontras antara kelembutan wajahnya dan kekejaman tindakan yang ia lakukan memberikan efek yang menggetarkan.
Zack Lee dan Aulia Sarah memberikan performa yang sangat solid sebagai mentor sekaligus antagonis abu-abu di hidup Angel. Penempatan Hendric Shinigami juga memberikan warna tersendiri dengan karakternya yang ikonik. Dari sisi visual, sinematografi film Jangan Seperti Bapak ini didominasi oleh warna-warna gelap, neon, dan merah darah, menciptakan atmosfer yang menyesakkan dan memberikan tekanan psikologis kepada penonton. Setiap adegan pertarungan dikoreografi dengan gaya brutal realism, di mana setiap pukulan dan luka terasa nyata dan menyakitkan.
Pesan Moral di Balik Pertumpahan Darah

Meskipun dipenuhi dengan aksi kekerasan dan teror gangster, “Jangan Seperti Bapak” membawa pesan moral yang sangat relevan. Film Jangan Seperti Bapak ini berbicara tentang bagaimana kebencian dan keinginan untuk membalas dendam hanya akan membuat seseorang kehilangan jati dirinya.
Kata-kata “Jangan Seperti Bapak” adalah sebuah peringatan terakhir, sebuah wasiat yang mungkin ingin disampaikan Pablo dari balik kubur agar putrinya tidak terjatuh ke dalam jurang yang sama. Melalui perjalanan Angel, penonton diajak merenungkan apakah “darah harus dibayar dengan darah” adalah sebuah solusi, ataukah itu hanya cara bagi iblis untuk menciptakan monster baru. Pengkhianatan di dalam kelompok Red Dragon dan kelicikan South Wild menunjukkan bahwa dalam dunia kriminal, tidak ada pahlawan; yang ada hanyalah mereka yang mampu bertahan paling lama dengan tangan yang paling kotor.
Kesimpulan
“Jangan Seperti Bapak” adalah sebuah film yang lengkap. Ia memiliki aksi yang memacu adrenalin, misteri yang membuat penasaran, dan kedalaman emosional yang menyentuh. Penonton tidak hanya akan disuguhi adegan baku hantam, tetapi juga sebuah drama keluarga yang tragis dan penuh pengkhianatan.
Zee Asadel berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai aktris laga baru yang patut diperhitungkan, bersanding dengan nama-nama besar yang sudah tidak asing lagi di genre ini. Bagi para pecinta film gangster dan aksi kriminal, film Jangan Seperti Bapak ini adalah tontonan wajib yang akan membekas di ingatan lama setelah lampu bioskop menyala. Jangan lewatkan babak pembalasan dendam Angel yang akan mengungkap apakah ia sanggup memutus kutukan masa lalu, atau justru ia akan menjadi versi yang lebih kejam dari ayahnya sendiri.
