Lastworkingday – Dunia perfilman horor Indonesia kembali diguncang oleh karya terbaru yang mengangkat keresahan sosial dalam balutan mistis yang kental. Film berjudul “Sihir Pelakor” yang dirilis pada tahun 2025 menjadi buah bibir lantaran keberaniannya memadukan drama rumah tangga yang pedih dengan teror ilmu hitam yang mencekam. Di bawah arahan sutradara bertangan dingin, Bobby Prasetyo, film ini tidak hanya menjual jumpscare, tetapi juga emosi yang mendalam tentang kehancuran sebuah keluarga.
Film ini menyoroti fenomena “pelakor” (perebut laki orang) dari sudut pandang yang berbeda—bukan sekadar godaan fisik, melainkan melalui jeratan supranatural yang sulit dinalar. Dibintangi oleh aktor dan aktris lintas generasi seperti Fathir Muchtar, Marcella Zalianty, Asmara Abigail, dan bintang muda Neona Ayu, “Sihir Pelakor” menjanjikan ketegangan yang berakar dari realitas masyarakat Indonesia.
Kehidupan Harmonis yang Runtuh dalam Semalam di Film Sihir Pelakor

Cerita bermula dari keluarga Edi (Fathir Muchtar) dan Jumiati (Marcella Zalianty) yang awalnya tampak sangat harmonis. Sebagai seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab, Edi dikenal sebagai sosok ayah idaman bagi anak-anaknya, terutama bagi Vita (Neona Ayu), putrinya yang masih duduk di bangku SMP. Namun, kebahagiaan itu sirna ketika Edi berpamitan untuk melakukan tugas kerja ke luar kota.
Tugas kerja yang seharusnya hanya memakan waktu beberapa minggu berubah menjadi ketidakpastian yang tak berujung. Edi tidak pernah kembali. Kepergiannya meninggalkan lubang besar dalam hati Jumiati dan Vita. Ketidakhadiran sosok ayah ini menjadi awal dari penderitaan panjang yang akan mereka alami, di mana komunikasi terputus total dan keberadaan Edi menjadi misteri yang menyelimuti rumah mereka dengan aura kesedihan.
Rahasia Kelam: Edi dan Jeratan Rini
Dibalik hilangnya Edi, ternyata ada sosok wanita bernama Rini (Asmara Abigail). Rini bukanlah wanita biasa; ia memiliki ambisi besar untuk memiliki Edi sepenuhnya, bukan dengan cinta yang tulus, melainkan melalui jalan pintas yang gelap. Rini menggunakan ilmu hitam tingkat tinggi untuk memikat Edi, sebuah jenis sihir yang di masyarakat dikenal sebagai pelet tingkat rendah namun mematikan bagi kesadaran korbannya.
Edi yang awalnya setia, perlahan-lahan kehilangan jati dirinya. Di bawah pengaruh Rini, pikiran Edi dikunci. Ia tidak lagi mengingat wajah istrinya, tidak lagi merindukan suara anak-anaknya, dan merasa bahwa Rini adalah pusat dari dunianya. Jeratan ini begitu kuat sehingga Edi seperti hidup dalam dimensi lain, di mana kewajibannya sebagai suami dan ayah dihapus secara paksa oleh kekuatan gaib yang dikendalikan Rini.
Misteri 1,5 Tahun: Waktu yang Tercuri oleh Sihir
Salah satu poin paling mengerikan dalam Film Sihir Pelakor ini adalah fakta bahwa Edi telah menghilang selama 1,5 tahun tanpa disadari secara sepenuhnya oleh keluarga dalam konteks “hilang secara mistis”. Waktu seolah berjalan berbeda bagi mereka yang terkena sihir. Jumiati terus menunggu dalam penyangkalan, sementara Edi sendiri merasa waktu yang ia lewatkan bersama Rini hanyalah sekejap mata.
Selama 1,5 tahun tersebut, Edi tidak pulang sama sekali. Ia seolah terisolasi di sebuah tempat yang secara fisik mungkin dekat, namun secara batin sangat jauh dari jangkauan keluarganya. Sihir yang digunakan Rini menciptakan semacam “selubung” yang membuat Edi tidak bisa ditemukan, baik secara fisik melalui pencarian orang hilang maupun secara batin melalui doa-doa awal yang dipanjatkan keluarga.
Jumiati, Sosok Istri yang Terluka dan Terabaikan

Marcella Zalianty memberikan performa luar biasa sebagai Jumiati, seorang istri yang jiwanya perlahan mati karena ditinggalkan tanpa penjelasan. Ia harus menghadapi stigma lingkungan sebagai istri yang “dibuang”, sekaligus menanggung beban ekonomi dan psikologis anak-anaknya. Keteguhan Jumiati diuji saat ia mulai merasakan hal-hal aneh di rumahnya.
Bukannya Edi yang pulang, justru teror-teror halus yang mulai berdatangan. Jumiati seringkali mencium bau bunga kantil yang menyengat atau mendengar suara suaminya memanggil di tengah malam, namun saat diperiksa, ruangan itu kosong. Ia berada dalam titik terendah, nyaris menyerah pada keadaan, sampai akhirnya putri sulungnya, Vita, menyadari bahwa ada sesuatu yang jauh lebih jahat daripada sekadar perselingkuhan biasa.
Vita dan Keberanian Seorang Anak Menghadapi Teror
Neona Ayu yang berperan sebagai Vita menjadi jantung dari Film Horor Sihir Pelakor. Sebagai remaja SMP, Vita dipaksa dewasa oleh keadaan. Ia tidak bisa menerima begitu saja ayahnya pergi tanpa kabar. Dengan insting seorang anak, ia mulai menyelidiki perubahan perilaku ayahnya sebelum hilang dan menemukan barang-barang mencurigakan yang tertinggal di laci kerja ayahnya.
Perjuangan Vita tidaklah mudah. Setiap kali ia berusaha mencari tahu keberadaan Edi, ia selalu dihadang oleh gangguan supranatural. Mulai dari bayangan hitam yang mengikutinya di sekolah hingga mimpi-mimpi buruk yang menggambarkan ayahnya sedang disiksa dalam sebuah ritual. Namun, rasa sayang Vita kepada sang ayah jauh lebih besar daripada rasa takutnya terhadap hantu-hantu kiriman Rini.
Sosok Rini: Antagonis dengan Aura Mistis yang Kuat
Asmara Abigail kembali menunjukkan kelasnya sebagai aktris horor spesialis karakter misterius. Rini digambarkan sebagai wanita yang dingin, manipulatif, dan tidak segan-segan mengorbankan nyawa orang lain demi kepuasannya. Ia adalah representasi dari sisi gelap manusia yang menggunakan sekutu setan untuk mendapatkan keinginan duniawi.
Rini tidak hanya merebut Edi secara fisik, tetapi ia juga menguras energi hidup Edi. Dalam film Sihir Pelakor ini diperlihatkan bagaimana ritual-ritual yang dilakukan Rini melibatkan benda-benda pribadi Edi seperti rambut, kuku, dan foto keluarga yang dicoret-coret darah. Kekuatan Rini bukan terletak pada fisiknya, melainkan pada penguasaannya terhadap ilmu sihir yang mampu menghancurkan mental korbannya dari jarak jauh.
Teror Supranatural, Antara Halusinasi dan Realita

Sutradara Bobby Prasetyo berhasil menyajikan visual horor yang intens. Penonton akan disuguhkan adegan-adegan di mana batas antara realita dan gangguan sihir menjadi sangat tipis. Ada momen di mana Vita melihat rumahnya berubah menjadi hutan gelap, atau saat Jumiati melihat wajahnya di cermin berubah menjadi wajah Rini yang menyeramkan.
Film ini menonjolkan horor psikologis yang dibungkus dengan kearifan lokal tentang santet dan pelet. Ketegangan dibangun secara perlahan (slow burn) hingga mencapai puncaknya saat keluarga Edi mulai melakukan perlawanan secara spiritual. Teror yang dihadapi Vita bukan sekadar penampakan makhluk halus, melainkan serangan langsung terhadap kewarasannya.
Diangkat dari Kisah Nyata: Realitas Pahit di Masyarakat
Salah satu alasan mengapa “Sihir Pelakor” terasa begitu mencekam adalah karena premisnya diangkat dari cerita nyata yang sempat viral. Isu perselingkuhan yang dibumbui dengan penggunaan dukun atau ilmu hitam memang bukan hal asing dalam budaya mistis Indonesia. Film Horor Sihir Pelakor ini menjadi cermin bagi banyak keluarga yang mungkin mengalami hal serupa namun takut untuk bersuara.
Kharisma Starvision Plus sebagai rumah produksi memastikan bahwa elemen “kisah nyata” ini tidak hanya menjadi jargon pemasaran, tetapi juga tercermin dalam detail-detail ritual yang ditampilkan. Hal ini membuat penonton merasa bahwa apa yang dialami Vita dan ibunya bisa saja terjadi pada siapa saja, membuat rasa takut yang muncul menjadi lebih personal dan nyata.
Pesan Moral: Kekuatan Keluarga Melawan Kegelapan
Meskipun dipenuhi dengan adegan horor yang mengerikan, pada intinya “Sihir Pelakor” adalah film tentang kekuatan kasih sayang dalam sebuah keluarga. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa sihir sekuat apa pun akan menemukan celah jika dilawan dengan ketulusan dan doa yang tidak terputus.
Perjuangan Vita untuk membawa pulang Edi adalah simbol dari harapan yang tidak pernah padam. Film Horor Sihir Pelakor ini ditutup dengan sebuah konfrontasi spiritual yang epik, di mana kasih sayang seorang anak menjadi senjata utama untuk memecahkan kutukan yang telah membelenggu ayahnya selama 1,5 tahun. “Sihir Pelakor” bukan hanya film tentang setan, tetapi tentang perjuangan merebut kembali kebahagiaan yang telah dicuri oleh kegelapan.
Film “Sihir Pelakor” merupakan perpaduan apik antara drama sosial dan horor mistis yang sangat relevan dengan budaya Indonesia. Dengan akting memukau dari para pemainnya dan penyutradaraan yang solid, film ini menjadi pengingat akan bahaya dari iri dengki dan pentingnya menjaga keutuhan keluarga dari pengaruh-pengaruh negatif, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Jika Anda mencari film horor yang mampu mengaduk emosi sekaligus memberikan sensasi merinding, “Sihir Pelakor” adalah pilihan yang tepat.
